Thursday, April 30, 2020

Aliran rasa, perjalanan bahtera matrikulasi


Hi, Dear. Assalamu'alaikum. Cerita kali ini adalah curahan hati dalam perjalanan mencari kompas peradaban di Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Tidak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Akhirnya aku sampai di titik ini. Mengikuti perkuliahan IIP memang sangat berbeda, seperti magnet yang bisa menarik aku untuk lebih menyelam lebih dalam lagi.
Kalau kalian sudah baca ceritaku tentang perjalanan menuju bahtera matrikulasi, kalian pasti sudah bisa menyimpulkan bahwa perkuliahan IIP ini istimewa. Sebelum memulai perkuliahan, para mahasiswa diuji (secara tidak langsung) untuk berkomitmen perkuliahan ini. Bekal pertama yang harus dimiliki mahasiswa penjelajah adalah menemukan Kompas Peradaban.


Untuk mendapatkan kompas peradaban, para mahasiswa harus menyelesaikan misi yang diberikan setiap minggu. Sampai saat ini, ada tiga misi yang harus dimenangkan oleh para penjelajah, dan untuk memulai misi aku harus mengumpulkan Paspor dan Tiket agar bisa berlayar.

Misi pertama adalah menyelami apa alasan mengikuti IIP, sudah yakinkah aku dalam melangkah. Misi kedua adalah menemukan prinsip berkomunitas, bagian ini adalah bagian yang cukup sulit untukku. Karena dalam misi ini, ada teka-teki yang harus dipecahkan. Aku tidak cukup baik dalam masalah ini. Hihihi Misi ketiga adalah memahami Code of Conduct dalam berkomunitas. Hal-hal apa saja yang boleh dilakukan, dan hindari yang tidak boleh. Setiap misi bertujuan semua penjelajah siap menyelami samudra. Alhamdulillah, aku bisa berhasil sampai di tahap ini.

Perjalanan menjalankan misi tentulah tidak mudah, seringkali aku terseok-seok karena kebingungan. Untungnya, banyak sekali teman yang selalu menyemangati dan memberikan bantuannya. Namun ada hal yang juga membuatku sedih. Selama perjalanan, ada beberapa teman yang akhirnya harus kembali ke pelabuhan. Awalnya cukup kaget ketika ada beberapa teman yang berpamitan di WAG, "Loh, ada apa ini?"

Ternyata memang begitulah ketentuan saat mengikuti perkuliahan Institut Ibu Profesional ini. Mahasiswa harus bisa menentukan prioritasnya dan juga konsisten. Hal ini adalah salah satu implementasi dari pembelajaran sebelumnya tentang code of conduct, "when you make a decision, you deal with consequences". Tentunya hal tersebut membuat kita semakin bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran di perkuliahan ini. Terutama aku yang seringkali tergoyahkan mood nya karena hal-hal kurang prioritas.

Meskipun ini perkuliahan, tentu kami tidak hanya mengerjakan misi, tapi kamu juga bersosialisasi dengan baik di kelas. Salah satunya adalah agenda untuk berkenalan lebih dekat dengan teman satu kelas yang diadakan setiap hari Jum'at. Kami menamai kegiatan ini dengan Jum'at Hangat Lebih Dekat. Sudah dua sesi berjalan dan MasyaAllah, banyak sekali teman-teman yang hebat berada disekelilingku. Semangatku seakan disegarkan kembali dengan adanya sesi ini. Cerita inspiratif dan juga dukungan, terus mempererat keyakinan agar tetap semangat berlayar bersama. Ingin rasanya bertemu dengan teman-teman penjelajah secara langsung. Lalu berfoto bersama ala foto kelas jaman SMA dulu. Hihihi.

Aku bersyukur bisa menjadi bagian dari Institut Ibu Profesional. Semoga perjalananku tidak terhenti sampai sini saja. Semoga apa yang aku pelajari kelak bisa bermanfaat untuk umat. Demikian aliran rasa yang bisa aku bagikan kali ini, tunggu ceritaku selanjutnya ya dear.


With love,

Ruly

#navigasidanberaksi,
#matrikulasibatch8,
#institutibuprofesional,
#belajardarirumah

No comments:

Post a Comment

Thank you so much for stopping by and leave a message ❤️